← Kembali

Delayed Attack ERAA dari iPhone 17

Asalkan pendapatan dan labanya kembali naik saja di Q1 2026, maka targetnya masih di 550.

Thesis
Public
@abdul.manaaf.ma
22 Apr 2026

Perkembangan kinerja ERAA sebagai perusahaan distributor ponsel dan gadget terbesar di Indonesia ini bisa dibilang penuh plottwist dari kuartal ke kuartal, dengan kronologi sbb. Pada EIP Q2 2025 (dua edisi lalu), penulis katakan bahwa kinerja perusahaan akan tumbuh signifikan hingga setidaknya akhir tahun 2025, meskipun labanya di Q1 2025 turun, yakni karena Pemerintah mencabut larangan penjualan iPhone 16 di Indonesia sejak tanggal 4 April, dan karena Apple kembali merilis iPhone terbaru, yakni iPhone 17, pada bulan Oktober 2025. Nah, tapi pada Q3 2025, meskipun pendapatan ERAA benar naik 7%, tapi beban pokoknya naik lebih tinggi lagi dan alhasil laba bersihnya kembali turun tipis. Dan ini tentu saja mengecewakan. Tapi setelah saya cek lagi, pertama, iPhone 17 baru resmi dijual di Indonesia sejak tanggal 17 Oktober 2025, sehingga ERAA baru akan mencatat kenaikan penjualan dari iPhone 17 tersebut pada LK Q4 2025.

iPhone 17 dari Apple
iPhone 17 dari Apple

Dan kedua, beban pokok penjualan ERAA naik signifikan kemungkinan karena perusahaan sengaja membeli stok persediaan termasuk iPhone 17 tadi dalam jumlah besar, terlihat dari nilai aset persediaannya yang naik menjadi Rp12.2 triliun di 30 September 2025, dari hanya Rp7.1 triliun di 31 Desember 2024. Karena itulah tiga bulan lalu penulis katakan bahwa, meskipun target ERAA tetap di setidaknya 550, yakni karena proyeksi bahwa kinerja pendapatan dan laba perusahaan akan tumbuh di sepanjang tahun 2025 masih belum berubah, tapi untuk jangka waktunya diundur sampai sekitar awal 2026. Sedangkan sebelum itu maka ada kemungkinan ERAA akan turun dulu, yakni jika IHSG turun karena faktor-faktor yang sudah dijelaskan di bagian awal EIP ini. Okay, berhubung sekarang kita memang sudah di awal 2026, maka bagaimana progress-nya? And here we go. Pertama, kinerja ERAA benar naik signifikan, dengan kenaikan pendapatan dan laba bersih yang mencapai 15 – 17%. Kedua, IHSG juga benar turun ke 7,027 (per 2 April). Dan ketiga, saham ERAA juga terseret turun, dari 428 hingga sekarang tinggal 360. Sehingga, meskipun posisi harga ERAA saat ini mungkin bikin anda panik, tapi semuanya sudah according to the plan, dan pada titik inilah kita bisa masuk lagi ke ERAA (atau average down), lalu tunggu saja sahamnya naik ke 550, dalam waktu 6 – 9 bulan dari sekarang. Info tambahan: Pada 22 Januari 2026 lalu perusahaan mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimal Rp150 miliar, hingga maksimal tanggal 23 April 2026. Dan meskipun aksi buyback ini tidak cukup sukses untuk menahan laju penurunan sahamnya, tapi kata kuncinya adalah bahwa manajemen juga setuju bahwa ERAA sudah sangat murah pada harga sahamnya saat ini, dan makanya mereka melakukan buyback tersebut, sama seperti buyback di bulan Maret 2020 lalu (ketika pasar crash karena covid, dan ERAA juga anjlok dari 377 hingga mentok di 161), dan ERAA kemudian sukses kemudian naik banyak sampai sempat menyentuh 725 di bulan Juni 2021. Nah, penulis tidak bilang bahwa ERAA akan naik ke 725, karena untuk bisa naik kesitu maka kinerja perusahaan harus benar-benar bagus di 2026 ini. Tapi asalkan pendapatan dan labanya kembali naik saja di Q1 2026, dan prediksinya memang demikian seiring masih berlanjutnya ekspansi perusahaan (dengan menambah gerai elektronik baru, membuka gerai Chagee, gerai mobil listrik Xpeng (yes, Erajaya sekarang jualan mobil listrik juga), dst), maka targetnya masih di 550. Rating Kinerja Q4 2025: A Best buying price: 360 - 400

Delayed Attack ERAA dari iPhone 17 | Aladdien Stock