← Kembali

Update Kuartal: PZZA Q1 2026 — Laba Melonjak +1.306%, Harga Masih di Bawah Nilai Buku

Laporan keuangan Q1 2026 mengonfirmasi arah pemulihan; valuasi tetap menarik di PBV 0,66x, namun pemulihan operasional masih perlu diuji

Thesis
Public
@abdul.manaaf.ma
15 Jun 2026

Laporan keuangan PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2026 (tidak diaudit) telah terbit. Angka-angkanya mengonfirmasi arah thesis turnaround: laba bersih melonjak drastis secara tahunan, margin kotor membaik, dan yang paling menarik bagi value investor — saham kini diperdagangkan di bawah nilai bukunya. Namun di balik lonjakan laba, ada sejumlah catatan penting pada sisi operasional yang perlu diawasi.

Ringkasan Kinerja Q1 2026 vs Q1 2025

Pos (3 bulan)Q1 2026Q1 2025Perubahan
Penjualan netoRp726,9 MRp707,1 M+2,8%
Laba brutoRp520,1 MRp494,6 M+5,2%
Margin kotor (GPM)71,6%69,9%+1,7 ppt
Laba operasiRp12,2 MRp14,2 M-13,9%
Laba sebelum pajakRp7,7 MRp0,6 M+1.130%
Laba bersihRp5,9 MRp0,4 M+1.306%
EPSRp1,96Rp0,14+1.300%
Arus kas operasi (CFO)Rp78,0 MRp97,5 M-20,0%

Yang Menguatkan Thesis

1. Laba bersih melonjak +1.306% yoy. Dari nyaris impas (Rp0,4 M) di Q1 2025 menjadi Rp5,9 M di Q1 2026. Tren pemulihan profitabilitas yang dimulai sepanjang 2025 berlanjut ke kuartal pertama 2026.

2. Margin kotor terus membaik. GPM naik ke 71,6%, melanjutkan tren efisiensi pasca normalisasi harga gandum. Beban pokok penjualan justru turun (Rp206,8 M vs Rp212,5 M) meski penjualan naik — sinyal kuat efisiensi bahan baku, kemungkinan berkat sinergi dengan Grup Sriboga (produsen tepung).

3. Saham diperdagangkan di bawah nilai buku. Dengan total ekuitas Rp1,04 triliun dan 3,02 miliar saham, nilai buku per saham (BVPS) adalah Rp344. Pada harga Rp226, ini berarti PBV hanya 0,66x — pasar menghargai PZZA di bawah nilai aset bersihnya, sebuah margin keamanan struktural bagi pendekatan value investing.

4. Neraca relatif sehat. DER (utang bank terhadap ekuitas) hanya 0,24x. Total utang bank Rp251,8 M, sebagian besar berjangka panjang dengan jadwal pelunasan teratur.

Yang Perlu Diwaspadai

1. Laba operasi justru turun -13,9% yoy. Inilah catatan terpenting. Meski laba bersih meledak, laba dari operasi inti turun (Rp12,2 M vs Rp14,2 M) karena beban usaha naik. Margin operasi sangat tipis di 1,7%. Artinya, lonjakan laba bersih sebagian besar bukan murni dari operasional, melainkan dibantu pos non-operasional.

2. Lompatan laba bersih terbantu pos di bawah laba operasi. Laba sebelum pajak melonjak karena beban bunga & keuangan turun signifikan dan adanya manfaat pajak penghasilan neto (Rp1,8 M). Ini kabar baik (beban bunga mengecil seiring pengelolaan utang), tapi bukan murni pertumbuhan penjualan.

3. Arus kas operasi turun -20% yoy. CFO Q1 turun ke Rp78,0 M dari Rp97,5 M. Salah satu penyebabnya adalah pembayaran pajak (vs penerimaan restitusi tahun lalu) dan kenaikan pembayaran ke pemasok. Perlu dipantau apakah ini sementara atau tren.

4. Utang bank naik tipis (+0,9% qoq). Berbeda dari narasi deleveraging agresif, dibanding akhir 2025 utang bank justru sedikit naik karena penarikan pinjaman jangka pendek Rp38,5 M di kuartal ini. Proyeksi lunas 2027 masih mungkin, tapi laju pelunasan kuartal ini melambat.

Update Valuasi

Laporan Q1 2026 tidak mengubah arah thesis, tetapi memberi dua sudut pandang valuasi yang lebih konkret:

Pendekatan aset (PBV): Pada PBV 0,66x, PZZA diperdagangkan di bawah nilai buku Rp344. Jika pasar sekadar menghargai kembali ke 1,0x PBV seiring pemulihan, terdapat ruang kenaikan ~52% hanya dari re-rating ke nilai buku. Pendekatan laba (PER): EPS Q1 Rp1,96; disetahunkan secara sederhana ~Rp7,84 menghasilkan PER ~28,8x di harga Rp226. Ini terlihat mahal, namun wajar untuk fase awal turnaround di mana laba belum normal — basis laba yang masih tertekan membuat PER tinggi secara temporer. Inilah sebabnya valuasi PEG berbasis recovery EPS (target 2027) tetap menjadi kerangka utama.

Parameter ValuasiNilai
Harga wajar (PEG, recovery EPS s/d 2027)Rp850
Best buy (MOS 50%)Rp425
Harga acuan terakhirRp226
Margin of safety @ Rp226+276%
Nilai buku per saham (BVPS)Rp344
PBV @ Rp2260,66x

Kesimpulan: Thesis turnaround tetap utuh dan didukung data Q1 2026 — laba pulih, margin membaik, dan harga di bawah nilai buku memberi bantalan. Rating dipertahankan Undervalued. Namun investor sebaiknya memantau kualitas pemulihan: laba operasi inti yang masih turun dan CFO yang melemah menunjukkan pemulihan belum sepenuhnya bertumpu pada mesin operasional. Konfirmasi pemulihan operasional di kuartal-kuartal berikutnya akan menjadi penentu apakah status 'calon multibagger' benar-benar terealisasi.

Catatan: laporan Q1 2026 belum diaudit. Angka disetahunkan bersifat penyederhanaan dan bukan rekomendasi jual/beli.